Minyak wijen adalah salah satu minyak nabati yang sering digunakan dalam berbagai masakan, terutama di hidangan Asia. Namun, bagi Anda yang menjalankan gaya hidup halal, pertanyaan mungkin muncul: apakah minyak wijen halal atau tidak? Sebelum Anda ragu menggunakan minyak ini di dapur, mari kita bahas lebih dalam tentang bahan, proses produksi, dan sertifikasi kehalalannya.

Apa Itu Minyak Wijen?
Minyak wijen berasal dari biji wijen yang diperas untuk menghasilkan minyak beraroma khas. Ada dua jenis utama minyak wijen yang biasa digunakan dalam masakan:
- Minyak wijen biasa: Berwarna terang dengan rasa ringan, sering digunakan untuk menggoreng atau menumis.
- Minyak wijen panggang: Berwarna lebih gelap dengan aroma kuat karena berasal dari biji wijen yang telah dipanggang sebelum diekstrak.
Minyak wijen sering digunakan untuk menambah rasa pada makanan, seperti dalam saus, sup, atau sebagai bumbu akhir. Tapi, apakah ada bahan tambahan dalam minyak ini yang bisa mempengaruhi status kehalalannya?
Bagaimana Proses Pembuatan Minyak Wijen?
Pada dasarnya, minyak wijen dibuat melalui proses ekstraksi biji wijen, yang bisa dilakukan dengan metode berikut:
- Cold Pressed (Tekan Dingin)
- Biji wijen diperas tanpa menggunakan panas tinggi atau bahan kimia tambahan.
- Metode ini menghasilkan minyak alami tanpa campuran zat lain, sehingga lebih mungkin halal.
- Banyak minyak wijen organik menggunakan metode ini untuk menjaga kemurnian rasa dan nutrisi.
- Ekstraksi dengan Solvent (Pelarut)
- Beberapa produsen menggunakan pelarut kimia, seperti heksana, untuk mengekstrak lebih banyak minyak dari biji wijen.
- Proses ini bisa menimbulkan pertanyaan kehalalan jika ada bahan non-halal dalam pelarutnya.
- Oleh karena itu, penting untuk memastikan apakah minyak tersebut memiliki sertifikasi halal.
- Refining (Pemurnian)
- Minyak yang telah diekstrak sering mengalami pemurnian untuk menghilangkan bau atau zat sisa.
- Jika menggunakan bahan tambahan seperti emulsifier atau zat kimia tertentu, kehalalannya harus ditelusuri.
- Jika pemurnian hanya melibatkan penyaringan tanpa campuran bahan lain, minyak wijen tetap halal.
Apakah Minyak Wijen Halal?
Minyak wijen secara alami halal karena berasal dari tumbuhan tanpa unsur hewani. Namun, beberapa faktor berikut perlu diperhatikan:
- Proses Produksi
- Jika minyak wijen diproses dengan bahan tambahan non-halal, status kehalalannya bisa dipertanyakan.
- Misalnya, beberapa minyak menggunakan bahan emulsifier dari hewan yang tidak disembelih sesuai syariat Islam.
- Untuk memastikan, periksa label atau tanyakan langsung ke produsen.
- Peralatan Produksi
- Jika minyak wijen diproduksi di fasilitas yang juga memproses produk non-halal, ada risiko kontaminasi silang.
- Beberapa negara memiliki regulasi ketat untuk memastikan tidak ada pencampuran bahan haram.
- Maka dari itu, minyak dengan sertifikasi halal lebih aman dikonsumsi oleh Muslim.
- Sertifikasi Halal
- Produk yang sudah bersertifikat halal dari lembaga terpercaya seperti MUI di Indonesia memberikan jaminan kehalalan.
- Sertifikasi memastikan tidak ada campuran bahan haram atau proses yang bertentangan dengan hukum Islam.
- Jika minyak wijen memiliki label halal, Anda tidak perlu ragu menggunakannya dalam masakan sehari-hari.
Kesimpulan: Minyak Wijen Aman Dikonsumsi Muslim?
Secara umum, minyak wijen adalah halal karena berasal dari tumbuhan dan tidak mengandung bahan haram. Namun, Anda tetap harus teliti dalam memilih produk dengan memperhatikan:
- Proses ekstraksi yang bebas dari bahan non-halal.
- Peralatan produksi yang tidak tercemar oleh unsur haram.
- Adanya sertifikasi halal dari lembaga terpercaya.
Jika Anda ingin memastikan kehalalan minyak wijen yang Anda beli, selalu periksa label dan cari produk yang sudah memiliki sertifikasi halal. Dengan begitu, Anda bisa menikmati kelezatan minyak wijen tanpa ragu!




