Pernah merasa sudah bikin video promosi yang visualnya keren, tapi hasilnya kurang maksimal? Bisa jadi masalahnya bukan di kamera atau editing, melainkan di script. Dalam dunia Iklan Komersial, kekuatan kata-kata sering kali menjadi penentu apakah audiens akan tertarik… atau langsung skip.
Copywriting script bukan sekadar menyusun kalimat. Ia adalah seni menyampaikan pesan secara singkat, jelas, dan persuasif. Terutama dalam produksi bersama Production House Indonesia, script yang matang akan mempermudah proses shooting sekaligus membuat hasil akhir lebih kuat secara storytelling.
Berikut beberapa tips copywriting script yang bisa langsung kamu terapkan.

1. Pahami Siapa Target Audiensnya
Sebelum menulis satu kalimat pun, tanyakan: “Siapa yang akan menonton ini?”
Script untuk remaja tentu berbeda dengan script untuk profesional atau ibu rumah tangga. Bahasa, gaya komunikasi, bahkan pilihan kata harus menyesuaikan karakter audiens. Semakin relevan pesan dengan kehidupan mereka, semakin besar peluang video kamu diingat.
2. Fokus pada Masalah, Bukan Produk
Kesalahan umum dalam script iklan adalah terlalu cepat membicarakan produk. Padahal, audiens lebih peduli pada masalah mereka sendiri.
Mulailah dengan situasi yang relatable. Tunjukkan masalah yang sering mereka alami. Setelah itu, baru hadirkan produk atau layanan sebagai solusi. Pola seperti ini terasa lebih natural dan tidak terkesan “jualan banget”.
Contoh sederhana:
- Salah: “Produk kami punya fitur A, B, dan C.”
- Lebih kuat: “Pernah merasa repot karena…? Sekarang ada solusi yang membuat semuanya lebih praktis.”
3. Gunakan Kalimat Singkat dan Mudah Dipahami
Dalam video, terutama durasi pendek, kalimat panjang justru melelahkan. Script yang efektif biasanya menggunakan kalimat ringkas, padat, dan langsung ke poin.
Bayangkan audiens hanya punya waktu beberapa detik untuk memahami pesanmu. Hindari istilah teknis yang terlalu rumit kecuali memang dibutuhkan.
4. Buat Hook di 5 Detik Pertama
Hook adalah penentu apakah audiens akan lanjut menonton atau tidak. Di era digital, perhatian orang sangat singkat.
Beberapa cara membuat hook yang kuat:
- Pertanyaan yang memancing rasa penasaran
- Fakta mengejutkan
- Pernyataan yang relate dengan masalah umum
- Visual yang langsung menarik perhatian
Hook yang tepat akan membuat keseluruhan video terasa lebih kuat sejak awal.
5. Gunakan Storytelling
Manusia lebih mudah mengingat cerita dibanding daftar fitur. Itulah kenapa storytelling sangat efektif dalam script video.
Buat alur sederhana:
- Masalah
- Proses
- Solusi
- Hasil
Struktur ini membuat pesan terasa mengalir dan tidak kaku. Bahkan untuk video berdurasi 30–60 detik, storytelling tetap bisa diterapkan.
6. Sisipkan Emosi
Copywriting yang baik bukan hanya informatif, tetapi juga emosional. Apakah kamu ingin audiens merasa senang, lega, percaya diri, atau terinspirasi?
Emosi membantu pesan lebih membekas. Dalam praktiknya, tim kreatif dari High Angle sering menekankan pentingnya emosi dalam script sebelum masuk ke tahap produksi visual. Visual yang kuat akan jauh lebih efektif jika didukung kata-kata yang menyentuh.
7. Tutup dengan Call to Action yang Jelas
Setelah audiens menonton, apa yang harus mereka lakukan?
Jangan biarkan video berakhir tanpa arahan. Gunakan call to action yang jelas, seperti:
- “Kunjungi website kami sekarang.”
- “Daftar hari ini.”
- “Hubungi tim kami untuk informasi lebih lanjut.”
CTA yang spesifik meningkatkan kemungkinan audiens benar-benar mengambil tindakan.
Kesimpulan
Script adalah fondasi dari sebuah video iklan. Tanpa script yang kuat, visual semahal apa pun bisa terasa biasa saja. Dengan memahami audiens, fokus pada masalah, menggunakan storytelling, dan menyisipkan emosi, kamu bisa menciptakan script yang lebih efektif dan berkesan.
Jika kamu ingin hasil yang lebih maksimal dan terarah secara strategi, bekerja sama dengan tim profesional seperti High Angle bisa menjadi langkah tepat. Dengan pendekatan kreatif dan perencanaan matang, setiap konsep bisa diwujudkan menjadi video yang bukan hanya menarik, tetapi juga menghasilkan dampak nyata.




