Easy Access Article

Cara Memilih Format Video untuk Kampanye Awareness dan Consideration

Format video yang tepat bergantung pada tahap perjalanan audiens. Kampanye awareness butuh video singkat dan mudah diingat, sedangkan consideration membutuhkan penjelasan lebih dalam. Pemilihan format yang keliru membuat pesan tidak sampai, meski eksekusi iklan produksi dikerjakan dengan rapi.

Mengapa Satu Format Tidak Cocok untuk Semua Tahap

Awareness dan consideration punya tujuan komunikasi yang berbeda. Pada awareness, audiens belum mengenal brand dan hanya memberi perhatian beberapa detik. Pada consideration, audiens sudah tahu brand dan mulai membandingkan pilihan. Karena itu, durasi, tempo, dan isi pesan perlu disesuaikan.

Banyak brand menghubungi jasa video iklan dengan brief yang masih umum. Misalnya, hanya tertulis “butuh video promosi”. Brief seperti ini menyulitkan tim kreatif menentukan format. Tujuan funnel sebaiknya ditulis lebih dulu.

Video Pendek yang Cukup Sekali Lihat

Tahap awareness cocok memakai video pendek dengan satu ide utama. Contohnya teaser, bumper, atau cuplikan visual yang kuat di detik pertama. Logo dan pesan inti perlu muncul tanpa menunggu video selesai. Narasi panjang biasanya kurang efektif di tahap ini.

Tolok ukur yang lazim dipantau antara lain jangkauan dan jumlah penonton yang menonton sampai akhir. Angka tersebut membantu menilai apakah brand mulai dikenali.

Ketika Calon Pelanggan Mulai Membandingkan

Di tahap consideration, audiens butuh alasan untuk memilih. Format seperti demo produk, testimoni pelanggan, atau penjelasan cara kerja lebih sesuai. Durasi boleh lebih panjang karena penonton sudah punya minat. Namun struktur tetap perlu jelas agar tidak membosankan.

Bukti konkret lebih berguna daripada slogan. Misalnya, video menunjukkan langsung proses pemakaian produk. Penonton bisa menilai sendiri tanpa merasa dibujuk.

Perbandingan Empat Format Populer

Tabel berikut merangkum format yang sering dipertimbangkan beserta kriteria utamanya. Durasi bersifat acuan, bukan aturan baku.

Format

Tahap yang Cocok

Durasi Acuan

Fokus Pesan

Teaser atau bumper

Awareness

6-15 detik

Pengenalan brand

Brand story

Awareness

30-60 detik

Nilai dan identitas

Demo produk

Consideration

45-90 detik

Fungsi dan keunggulan

Testimoni atau studi kasus

Consideration

60-120 detik

Bukti dan kepercayaan

Skenario Sederhana: Brand Perawatan Kulit Lokal

Bayangkan sebuah brand perawatan kulit yang baru meluncur. Pada bulan pertama, brand memakai video 15 detik berisi visual produk dan nama brand. Memasuki bulan kedua, audiens yang sudah menonton diarahkan ke video demo pemakaian dan ulasan pengguna. Alurnya berurutan, sehingga setiap video punya tugas yang jelas.

Skenario ini hanya ilustrasi. Hasil nyata bergantung pada produk, audiens, dan platform yang dipakai.

Lima Hal yang Perlu Dipastikan Sebelum Brief Dikirim

Sebelum brief diserahkan ke tim produksi, lima hal ini perlu dipastikan:

  1. Tulis tujuan kampanye dalam satu kalimat, misalnya “dikenal oleh pekerja kantoran usia 25-35”.
  2. Tentukan platform utama sebelum menentukan rasio dan durasi video.
  3. Siapkan satu pesan inti untuk tiap video, bukan tiga sekaligus.
  4. Tetapkan indikator keberhasilan, seperti jangkauan untuk awareness dan klik untuk consideration.
  5. Libatkan tim produksi sejak tahap brief agar format realistis dengan anggaran dan jadwal.

Tiga Pertanyaan yang Sering Muncul

  • Apakah satu video bisa melayani awareness dan consideration sekaligus?
    Bisa, tetapi biasanya dibuat versi berbeda dari satu produksi, misalnya potongan pendek dan versi penuh.
  • Berapa durasi ideal untuk video awareness?
    Tidak ada angka baku, tetapi durasi pendek umumnya lebih mudah ditonton sampai selesai.
  • Kapan brand perlu melibatkan jasa video iklan profesional?
    Saat kampanye membutuhkan konsep, skrip, dan eksekusi visual yang konsisten di beberapa format.

Arah Perencanaan Video Kampanye ke Depan

Pemilihan format video pada dasarnya soal mencocokkan pesan dengan kesiapan audiens. Awareness memerlukan video ringkas yang mudah diingat, sedangkan consideration memerlukan bukti dan penjelasan. Ke depan, perencanaan konten berbasis tahapan funnel cenderung makin umum karena platform menyediakan data performa yang lebih rinci. Brand yang masih ragu menyusun brief sebaiknya berkonsultasi dengan production house profesional, seperti High Angle, agar format sesuai tujuan kampanye.